Setiap institusi pendidikan memiliki dinamika persoalan yang berbeda satu sama lain. Dari berbagai dinamika persoalan yang dihadapi tersebut, masing-masing memiliki dampak yang berbeda satu sama lain, positif dan negatif. Persoalannya, adalah bagaimana mengubah berbagai dampak yang dihadapi sehingga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seluruh warga sekolah/madrasah.
Terkait dengan hal tersebut, ada banyak pilihan teori untuk menjawab persoalan tersebut, namun yang terpenting dari itu semua adalah keinsyafan akan adanya persoalan dan kebutuhan akan perubahan itu sendiri. Hal ini, merupakan prasyarat utama yang mesti dihadirkan dalam memulai sebuah perubahan. Kealfaan untuk menghadirkan kesadaran ini hanya akan hanya akan menghadirkan persoalan lainnya yang jauh lebih berat. Terlebih, jika kesadaran ini dipaksamasukkan ke dalam benak orang-orang yang berada di dalam institusi pendidikan.
Dalam konteks ini, jika kesadaran mulai hadir, maka yang terpenting dari itu semua adalah mencoba membuka ruang dialog untuk menemukan titik berangkat dalam melakukan perubahan. Sebab, dalam konteks institusi, perubahan itu sendiri mesti dijadikan agenda semua warga sekolah/madrasah. Kegagalan dalam mengkomunikasikan perubahan yang diharapkan, lagi-lagi, hanya akan menambah persoalan baru yang lebih rumit.
Menurut hemat saya, titik berangkat dari sebuah perubahan yang diharapkan bersama adalah merumuskan kembali arah dan tujuan dari perubahan. Menentukan arah dan tujuan berarti menegaskan sikap terkait dengan perubahan yang diharapkan dan segala konsekuensi yang dilahirkannya. Lain dari itu, proses tersebut juga merupakan penegasan ulang terkait bentuk institusi pendidikan itu sendiri.
Dari pengalaman saya, biasanya aktor-aktor kunci dari perubahan itu sendiri sering kali tidak siap melakukan perubahan. Sebab, ketika perubahan digulirkan, maka berbagai kebiasaan buruk dalam menjalankan roda organisasi akan hilang dari peredaran dan secara langsung menghilangkan keuntungan yang didapat dari lemahnya sistem organisasi. Sebab, bagi sebagian orang, lemahnya sistem organisasi merupakan keuntungan tersendiri. Oleh karenanya, dalam setiap perubahan positif yang akan dilaksanakan ada orang yang status quo untuk mempertahankan kelemahan, bagaimana pun caranya.
Terlepas dari semua itu, maka perumusan arah dan tujuan perubahan dapat dimulai dengan merujuk pada sejumlah dinamika yang dihadapi secara lebih terbuka baik internal maupun eksternal, isi dan juga prosesnya. Pada sisi ini, penting untuk melakukan beberapa hal, seperti: (1) merumuskan atau memfokuskan kembali visi, misi dan tujuan institusi. Proses ini, merupakan proses yang dapat dikembangkan pada wilayah struktural yang dapat mendorong setiap orang untuk bekerja berdasarkan visi, misi dan tujuan; (2) menciptakan model kepemimpinan yang suportif dan kreatif. Hal ini, penting dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif di mana ada pembagian tugas yang pasti bagi semua staf dan guru; (3) mengembangkan dan melatih personal organisasi. Pelatihan bagi personal organisasi akan membantu memenuhi kebutuhan dasar organisasi dalam upaya mencapai tujuan sebab pada akhirnya SDM lembaga sangat menentukan keberhasilan; (4) menciptakan model pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta. Dalam hal ini, mesti ada orang yang memiliki keterampilan mengubah data-data yang ada untuk ditingkatkan menjadi informasi baru atau bahkan pengetahuan baru dalam berorganisasi; dan (5) memastikan terjadinya kolaborasi. Dalam hal ini, berbagi tugas dan mandat dalam membuat keputusan akan membuka ruang kolaborasi yang lebih baik di antara personal organisasi.
Berdasarkan gambaran tersebut di atas, jelaslah bahwa perubahan positif yang diharapkan sekolah hanya akan terjadi jika semua pihak memang merasa membutuhkan dan bersepakat untuk belajar melakukan perubahan itu sendiri. Hal ini, tentunya, bukanlah hal mudah namun jika tidak dilakukan maka hal-hal negatif yang mungkin terlihat kecil akan berubah menjadi besar seperti putaran bola salju. Untuk itu, mari memulai dan berubah menjadi lebih sebab tantangan di masa yang akan datang jauh lebih berat…
Wallahu A’lam bi-l-shawwab
