nun
Pendidikan

Tiga alasan utama pentingnya memahami budaya sekolah

Dalam tulisan yang lalu, saya sudah mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan budaya sekolah/madrasah. Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan alasan kenapa mempelajari budaya sekolah/madrasah itu penting dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam proses pengelolaan sekolah/madrasah. Berikut penjelasan saya, semoga berkenan…

Dalam pengelolaan sekolah/madrasah, ada sejumlah perspektif yang dapat menjelaskan apa dan mengapa sebuah sekolah/madrasah maju dan berkembang secara baik atau sebaliknya. Dari sejumlah perspektif tersebut, saya melihat bahwa perspektif budaya memiliki cara pandang yang jauh lebih terang dalam menjelaskan hal tersebut. Walaupun demikian, dalam sejumlah diskusi terkait tentang budaya sekolah/madrasah itu sendiri terdapat perbedaan para ahli terkait apa dan bagaimana budaya dipraktikkan dalam kehidupan sekolah/madrasah.

Ok deh, tanpa maksud menyederhanakan persoalan, berikut saya akan kemukan tiga alasan utama mengapa budaya sekolah/madrasah itu penting untuk dipelajari. Pertama, pada dasarnya, setiap manusia itu unik, berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor; keluarga, teman sebaya, komunitas, ekonomi, sosial, agama dan lain sebagainya yang membentuk cara menilai, berpikir dan bertindak. Perbedaan tersebut, tentunya, sangat mempengaruhi bagaimana setiap individu merespon persoalan yang dihadapi karena dalam masing-masing individu terdapat nilai dan keyakinan yang tumbuh berdasarkan latar belakangnya masing-masing.

Dalam konteks sekolah/madrasah, berbagai perbedaan ini mesti dilihat sebagai kekuatan atau potensi untuk dapat memperkuat posisi sekolah/madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Singkatnya, konsep budaya sekolah/madrasah memberikan kerangka berpikir dan bertindak bagaimana perbedaan masing-masing individu ini dapat dikelola dan diarahkan untuk meraih tujuan dari pendidikan itu sendiri. Dalam hal ini, dapat dikatakan, sejumlah persoalan yang hadir di sekolah/madrasah dan dinamikanya sering kali berakar dari perbedaan cara pandang individu yang tidak terkelola dengan baik. Sehingga, sekolah/madrasah tidak hadir dalam tampilan terbaiknya.

Kedua, sekolah/madrasah tidak berada di ruang kosong. Sejumlah tantangan baik eksternal maupun internal selalu hadir dan menghendaki sekolah/madrasah menjawab tantangan tersebut dengan baik. Dalam hal ini, konsep budaya sekolah/madrasah memberikan dasar berpikir yang mendorong  sekolah/madrasah untuk memiliki fokus yang kuat terhadap nilai-nilai, keyakinan dan tujuan yang dijadikan dasar hadirnya sekolah dan tidak terjebak pada rutinitas yang tanpa makna. Artinya, tanpa adanya fokus terhadap nilai-nilai, keyakinan dan tujuan yang jelas, proses pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan hanyalah aktivitas alakadarnya tanpa upaya maksimal sehingga tidak menumbuhkan motivasi, kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran dari masing-masing individu yang terlibat dalam proses pendidikan.

Ketiga, konsep budaya sekolah/madrasah menekankan pembacaan bahwa proses dan dinamika yang terjadi di sekolah/madrasah merupakan hasil dari cara pandang yang paling fundamental seperti nilai-nilai, keyakinan, dan tujuan dari warga sekolah/madrasah itu sendiri. Dalam hal ini, budaya sekolah/madrasah merupakan kontinum dari hal yang tidak tampak atau tidak berwujud ke hal yang tampak atau berwujud. Artinya, apa yang kita bisa lihat langsung dalam proses pendidikan merupakan manifestasi dari hal-hal fundamental yang dimiliki oleh sekolah/madrasah. Dalam konteks ini, jika persoalan dan dinamika sekolah/madrasah mengarah pada hal-hal positif, maka dapat dikatakan bahwa sekolah/madrasah mampu menginternalisasikan hal-hal fundamental tersebut dalam proses pendidikan bagi warga sekolah/madrasahnya, begitu juga sebaliknya. Dari sudut pandang iniah, kita dapat memahami mengapa hasil dari proses pendidikan di masing-masing lembaga pendidikan berbeda satu sama lain padahal lembaga-lembaga tersebut memiliki kurikulum yang berlaku sama secara nasional.

Nah, itulah sekelumit penjelasan saya mengapa budaya sekolah/madrasah itu penting untuk dipelajari. Seperti kata pepatah, “siapa yang menabur, dia akan menuai.” Jika sekolah/madrasah menanam nilai-nilai dari benih yang baik, maka akan tumbuh buah kebaikan untuk seluruh warga sekolah/madrasah. Nanti disambung lagi ya…wallahu’alam bi-l-shawwab.

Related posts

“Kang Adi, budaya sekolah itu apa?”

admin

Merencanakan keberhasilan sekolah/madrasah?

admin

Dieksploitasi produsen, jangan mau!!!

admin

Leave a Comment