nun
Pendidikan

“Kang Adi, budaya sekolah itu apa?”

Salah seorang sahabat ngejapri saya dan bertanya sebagaimana judul dalam tulisan ini. Ternyata, saya baru sadar, jika saya belum sempat menjelaskan apa yang dimaksud dengan budaya sekolah—nuhun lur. Dan, benar adanya, setelah saya cek di beberapa tulisan yang sudah saya publish memang saya belum pernah menjelaskan apa yang dimaksud dengan budaya sekolah. Dan, saya sering bercerita terkait dengan fenomenanya ketimbang apa maknanya. Oke lah klo begituh

Terkait dengan definisi budaya sekolah, pada dasarnya,  ada sejumlah definisi yang dikemukakan oleh  para ahli. Namun, saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan budaya dalam sudut pandang para sosiolog. Menurut para sosiolog, secara umum istilah budaya mengacu pada berbagai aspek kehidupan sosial yang sebagian besar tidak berwujud seperti nilai-nilai, kepercayaan, tujuan, sistem bahasa, komunikasi yang digunakan oleh kelompok tertentu. Namun demikian, ada juga hal yang berwujud dalam budaya seperti kebiasaan, tradisi, ritual atau benda-benda yang diciptakan dan digunakan dalam keseharian. Aspek berwujud dari budaya itu sendiri merupakan manifestasi dari aspek tidak berwujud. Dalam hal ini, dapat dikatakan adanya kontinum dari yang tidak berwujud atau tidak tampak ke sesuatu yang berwujud atau tampak.

Para sosiolog menganggap aspek budaya ini penting karena memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial. Budaya dapat membentuk hubungan, identitas, cara memahami dunia, cara mengelola dan mempertahankan keteraturan, membentuk tindakan dalam keseharian dan lain sebagainya. Karena budaya sebagai unsur pembentuk dalam kehidupan sosial, dalam sudut pandang ini, kita dapat menduga jika sejumlah persoalan yang tampak dalam kehidupan sosial, bisa jadi, karena belum terinternalisasinya nilai-nilai, kepercayaan, tujuan atau aspek lainnya yang paling mendasar di antara masyarakat. Begitu juga sebaliknya, hal-hal positif yang tumbuh di dalam kehidupan sosial biasanya hasil dari terinternalisasinya nilai-nilai mendasar dari budaya yang berkembang di masyarakat itu sendiri.

Ok deh, dari gambaran tersebut, kita bisa bayangkan apa sih yang dimaksud dengan budaya sekolah/madrasah. Saya memahaminya sebagai sesuatu yang terkait dengan kehidupan sosial warga sekolah yang sebagian besar tidak berwujud seperti nilai-nilai, keyakinan dan lain sebagainya sampai pada hal-hal yang berwujud yang menjadi pembentuk hubungan, identitas, cara memahami dunia, cara mengelola, cara mempertahankan keteraturan dan lainnya yang dapat dilihat dan dirasakan dalam keseharian.  Nah, itu menurut saya. Sedangkan, menurut salah satu ahli yang biasa saya rujuk, budaya sekolah/madrasah “…dipahami sebagai sebuah jaringan kompleks dari berbagai interaksi aktor dalam sekolah yang dimanifestasikan dalam tradisi dan ritual yang dibangun lama di antara guru, murid, orang tua, administrator untuk menghadapi berbagai tantangan dan mencapai tujuan.” (Good, 2008:13).

Dari definisi ahli inilah, saya dapat melihat bahwa cara terbaik untuk melihat seberapa positif budaya sekolah/madrasah yang berkembang adalah dari bagaimana warga sekolah/madrasah dapat merespon tantangan secara positif untuk mencapai tujuan sekolah/madrasah. Sebab, berdasarkan pengalaman saya belajar dan terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan, ketika sekolah/madrasah dihadapkan pada sebuah tantangan baik itu eksternal ataupun internal seringkali terjadi goncangan di sekolah/madrasah sehingga tujuan dari sekolah/madrasah itu sendiri terabaikan.

Nah, itulah gambaran singkat dari apa yang saya pahami dengan budaya sekolah. Jika, sobat-sobat memiliki perspektif lain. Silahkan beri komentar ya… Wallahu’alam bi-l-shawwab.

Related posts

Rapat Efektif

admin

Guru: Profesi Multi Profesi

admin

Dieksploitasi produsen, jangan mau!!!

admin

Leave a Comment